👻 Bagian 2: Teman Sekamar yang Beda Frekuensi
👻 Bagian 2: Teman Sekamar yang Beda Frekuensi
Baru hari pertama, Jaka udah merasa ada yang “off.” Lampu kamarnya suka kedip-kedip sendiri, kayak ikut lomba disko. Malamnya, pas mau tidur, dia dengar suara “ssssshtttt” dari bawah kolong kasur.
Dengan rasa penasaran (dan sedikit bego), dia ngintip ke bawah. Dan di sanalah, terlihat sepasang mata merah menyala.
"Boleh nebeng tidur gak?"
Jaka lompat ke atas kasur sambil baca doa. Tapi suara itu malah ngeluarin suara… kentut?
"Maaf, bro. Aku emang udah meninggal. Tapi sistem pencernaan belum move on."
"..."
Ternyata penghuni kamar itu dulunya tukang kredit panci yang tewas gara-gara dikejar emak-emak yang belum bayar cicilan. Namanya Bang Mamat. Tapi karena dunia arwahnya gabut, dia memutuskan untuk tetap "kerja"—menawarkan cicilan mistis ke makhluk hidup.
"Lo mau panci ga, bro? Bisa nyicil. Lo tidur aja, gue cicilin di mimpi. Sistemnya bunga per jerit."
"Jerit?"
"Yoi. Makin lo taku
t, makin mahal."
Komentar
Posting Komentar